Pemerintah Provinsi Riau memanfaatkan perpanjangan masa bekerja dari rumah untuk meningkatkan kompetensi bahasa asing para aparatur sipil negara. Evaluasi menunjukkan bahwa produktivitas pegawai tetap terjaga meski pola kerja jarak jauh ini diperpanjang hingga dua bulan ke depan mengikuti instruksi pemerintah pusat.
Langkah penguatan kapasitas ini diwujudkan melalui program English Day yang diinisiasi bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Riau. Program ini ditargetkan akan diluncurkan mulai pekan ini atau pekan depan.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai respons atas keputusan pusat yang memperpanjang masa bekerja fleksibel. Ketentuan bekerja secara daring setiap hari Jumat awalnya diberlakukan guna menyikapi ketidakpastian ekonomi global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Kami sudah melaporkan capaian pelaksanaan kerja daring pada bulan pertama dan kedua. Karena pusat memperpanjang dua bulan lagi, daerah otomatis menyesuaikan mekanisme yang ada,” ujar Syahrial Abdi di Halaman DPRD Riau, Pekanbaru, Senin (25/5/2026).
Syahrial Abdi menambahkan, penilaian performa selama paruh pertama masa pembatasan fisik menunjukkan hasil positif. Indikator kinerja utama dari tiap organisasi perangkat daerah dilaporkan tetap terpenuhi sesuai target. Kontrol terhadap efektivitas kerja pegawai dilakukan lewat pemanfaatan seminar ilmiah serta forum diskusi kelompok terfokus yang digelar secara daring.
Sistem pemantauan digital yang mewajibkan kehadiran seluruh staf tersebut dinilai efektif menekan potensi penurunan performa kerja. Masa kerja fleksibel ini digunakan untuk mengejar ketertinggalan standardisasi kualitas birokrasi.
Manajemen teknis pelaksanaan hari berbahasa Inggris sedang dimatangkan. Pemerintah daerah tengah menyusun modul pengajaran serta menyiapkan tenaga instruktur agar pelatihan jarak jauh tersebut memberikan hasil yang terukur.
Persiapan mencakup penataan mekanisme kelas virtual agar tidak mengganggu pelayanan publik inti. Para pegawai diharapkan memiliki keahlian tambahan yang relevan dengan tuntutan birokrasi modern saat sistem kerja kembali normal.