Pekanbaru, Serantau Media – Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) memprediksi kebutuhan hewan kurban pada hari raya Idul Adha tahun ini meningkat.
Menurut Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, pada 2025 lalu kebutuhan hewan kurban di Riau mencapai 50.463 ekor, sedangkan tahun ini diprediksi bisa mencapai 52.885 ekor.
Data yang dikumpulkan oleh pihak Dinas PKH Riau menunjukkan bahwa jumlah hewan kurban hampir tersebar merata di 12 kabupaten/kota di Riau. Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan pemotongan hewan kurban terbanyak tahun lalu.
“Untuk tahun lalu, jumlah pemotongan hewan kurban di Pekanbaru sebanyak 9.435, Kampar sebanyak 7.641 ekor, Bengkalis 5.012 ekor,” kata Mimi pada Senin (25/5/2026).
Selain itu, pemotongan hewan kurban di Rokan Hulu mencapai 4.745 ekor, Kuantan Singingi 3.484 ekor, Indragiri Hulu 3.152 ekor, Indragiri Hilir 3.071 ekor, Pelalawan 2.752 ekor, Siak 3.744 ekor.
Lebih lanjut, Kabupaten Rokan Hilir mencatat 3.438 ekor, Kepulauan Meranti 722 ekor, dan Kota Dumai 3.267 ekor.
Pihak Dinas PKH Riau memprediksi akan terjadi peningkatan hingga 4,8 persen dalam pemotongan hewan kurban pada tahun ini, menjadi 52.885 ekor. Peningkatan ini dipicu oleh membaiknya perekonomian masyarakat.
“Peningkatan penyembelihan hewan kurban di Riau pada Idul Adha tahun ini diprediksi mencapai 4,8 persen. Ini sejalan dengan meningkatnya permintaan hewan kurban dan membaiknya perekonomian masyarakat,” ujar Mimi.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Dinas PKH Riau juga mengimbau petugas kesehatan hewan dari Dinas Peternakan Kabupaten/Kota se-Riau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ternak kurban di penampungan atau penjual hewan ternak, guna menjamin kesehatan hewan yang akan dijadikan hewan kurban.
“Setelah diperiksa dan ternak dinyatakan sehat, akan diberikan sertifikat kesehatan hewan,” tambahnya.