Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mendeteksi kemunculan 22 titik panas yang tersebar di lima wilayah di Provinsi Riau. Lonjakan titik panas ini didominasi oleh Kabupaten Rokan Hilir dengan sembilan titik dan Kota Dumai sebanyak tujuh titik. Kondisi ini memicu alarm kewaspadaan karena terjadi di tengah potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir di wilayah yang sama.

Sebaran titik panas (hotspot) di Riau juga terdeteksi di Kabupaten Siak sebanyak tiga titik, Kabupaten Kuantan Singingi dua titik, dan Kabupaten Pelalawan satu titik. Secara kumulatif, total titik panas di Pulau Sumatera mencapai 297 titik, di mana Aceh menjadi wilayah dengan sebaran tertinggi sebanyak 76 titik.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Anggun R, mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu oleh kemunculan titik panas tersebut. Pembukaan lahan secara ilegal dengan metode pembakaran menjadi salah satu risiko utama yang harus ditekan.

“Di Provinsi Riau terpantau 22 titik panas yang tersebar di lima kabupaten dan kota. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera ditangani,” kata Anggun R di Pekanbaru, Jumat (10/7/2026).

Meskipun titik panas mulai bermunculan, anomali cuaca membuat Riau tetap dibayangi potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Berdasarkan pantauan citra radar sejak pagi hari, hujan yang disertai kilat dan angin kencang telah mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Cuaca ekstrem ini diproyeksikan meluas ke wilayah lain dari siang hingga malam hari.

BMKG merilis peringatan dini agar warga di Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kabupaten Indragiri Hilir tetap waspada. Cuaca buruk berpeluang terjadi sejak sore hingga dini hari di wilayah-wilayah pesisir tersebut.

“Berdasarkan pengamatan citra radar cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sepanjang hari,” ujar Anggun R menambahkan.

Suhu udara di Riau saat ini berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen. Sementara itu, kondisi perairan di sekitar Riau dipastikan masih berada dalam batas aman untuk transportasi laut dengan ketinggian gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka diminta untuk terus memperbarui informasi cuaca berkala guna menghindari dampak buruk cuaca ekstrem maupun sebaran asap akibat karhutla. (Bil)