Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPRPKPP) sedang mengintensifkan pemeliharaan rutin pada sejumlah ruas jalan provinsi. Langkah ini diambil untuk menekan risiko kecelakaan akibat jalan berlubang, terutama di jalur-jalur dengan kepadatan lalu lintas tinggi serta rute distribusi logistik antar-kabupaten.
Pengerjaan teknis dilakukan secara simultan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan yang tersebar di berbagai wilayah. Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan penutupan lubang (patching) menggunakan campuran aspal panas atau Hotmix guna mengembalikan kemantapan permukaan jalan.
Plt Kepala Dinas PUPRPKPP Riau Thomas Larfo Dimeira menjelaskan bahwa percepatan perbaikan ini merupakan respons atas dinamika mobilitas warga yang terus meningkat. Menurut dia, prioritas penanganan diberikan pada titik-titik yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Di wilayah barat Riau, intervensi dilakukan oleh UPT Wilayah II yang menyasar ruas jalan Mahato menuju perbatasan Rokan Hilir hingga Simpang Menggala. Jalur ini dikenal sebagai urat nadi transportasi yang vital bagi pergerakan barang dan orang di wilayah tersebut.
Sementara itu, di Kabupaten Siak, tim UPT Wilayah I dikerahkan untuk menangani kerusakan pada poros Simpang Minas – Simpang Pemda hingga Simpang Tualang Timur. Selain jalur antardaerah, perbaikan juga menyentuh titik-titik krusial di Kota Pekanbaru yang sering dikeluhkan warga karena kondisinya yang berlubang.
Beberapa ruas jalan utama di Pekanbaru yang kini tengah diperbaiki antara lain Jalan Datuk Setia Maharaja di kawasan Parit Indah serta Jalan Tuanku Tambusai, khususnya di sekitar persimpangan Jalan Paus. Penanganan di area perkotaan ini krusial untuk mencegah terjadinya kemacetan serta kecelakaan bagi pengendara sepeda motor, terutama saat lubang jalan tertutup genangan air hujan.
Thomas menambahkan, meski proses pengerjaan terus dikebut, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi area yang sedang diperbaiki. Penanganan jalan rusak ini dipastikan akan berlangsung secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan di lapangan serta ketersediaan anggaran pemeliharaan.
Kami terus bergerak menindaklanjuti skala prioritas di lapangan agar aktivitas ekonomi dan mobilitas harian warga tidak terganggu oleh kendala infrastruktur,” kata Thomas.