Teater masih menjadi salah satu bentuk seni yang diminati oleh masyarakat, terbukti dengan antusiasme penonton dan seniman yang terus bekerja keras meskipun menghadapi kendala dan minimnya apresiasi. Fedli Azis, salah satu seniman teater di Riau, menjelaskan bahwa mereka terus melakukan pertunjukan teater di berbagai tempat, termasuk di kota, kabupaten, hingga kampung-kampung, guna memberikan tontonan alternatif yang diminati oleh berbagai kalangan masyarakat.
Pertunjukan monolog berjudul “3431” yang diadaptasi dari cerpen Putu Wijaya, menjadi salah satu bentuk karya teater yang disajikan oleh Lembaga Teater Selembayung. Fedli Azis menegaskan bahwa pertunjukan tersebut merupakan bagian dari program Mengarak Teater yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengetahuan tentang seni peran, khususnya monolog, kepada generasi muda yang berminat dalam seni teater.
Program Mengarak Teater tersebut dilaksanakan tanpa adanya sponsor atau donatur, melainkan mengandalkan apresiasi masyarakat untuk membiayainya. Hasilnya, program tersebut mampu mencapai kesuksesan secara operasional meskipun tidak memberikan keuntungan finansial. Syafrizal Syaf, seniman sepuh asal Cerenti, Kabupaten Kuansing, memberikan apresiasi atas program tersebut karena telah menghidupkan kembali pagelaran teater di kampungnya.
Di sisi lain, peserta kelas akting dan pertunjukan teater di Cerenti, seperti Tria Anisa, merasakan manfaat yang besar dari program tersebut. Mereka merasa lebih percaya diri dan berani tampil di depan publik setelah mengikuti program tersebut. Hal ini juga didukung oleh Rose, salah satu pengelola program, yang akan terus mengajak anak-anak muda untuk terlibat dalam latihan dan kompetisi teater.
Pertunjukan teater dan kelas akting yang diadakan di Balai Adat Cerenti memiliki arti yang mendalam bagi semua pihak yang terlibat. Meskipun menghadapi berbagai kendala, seperti jarak tempuh yang jauh dan minimnya fasilitas, semangat dan antusiasme para seniman dan peserta tetap terjaga. Mereka saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan teater di kalangan anak muda.
Melalui program Mengarak Teater dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan teater tetap menjadi bagian penting dalam budaya dan seni di Indonesia. Dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk tokoh seni sepuh dan penulis seperti Syafrizal Syaf, menjadi modal penting dalam menjaga dan mengembangkan keberlangsungan teater di tanah air.