Sebanyak 50 warga desa di Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat terpaksa dievakuasi akibat luapan Sungai Cimanuk yang meluap akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut. “Kami terpaksa mengungsikan warga ke tempat yang lebih aman karena air sungai sudah mulai masuk ke pemukiman warga,” kata Kepala Desa Cilimus, Budi Santoso, pada hari Jumat (15/10).

Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan, TNI, dan Polri mulai pukul 07.00 pagi tadi. “Kami bergerak cepat untuk menyelamatkan warga yang terdampak banjir ini. Semoga evakuasi berjalan lancar dan selamat,” ujar Budi Santoso.

Banjir yang terjadi di desa Cilimus ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam setahun terakhir. “Kami tidak pernah menduga banjir akan datang sedemikian cepat. Semoga warga bisa tetap tenang dan sabar menghadapi situasi ini,” ujar salah seorang warga yang ikut dievakuasi.

Sementara itu, Kepala BPBD Kuningan, Surya Indra, menyebutkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap ketinggian air Sungai Cimanuk. “Kami akan terus memantau perkembangan banjir ini. Semoga air segera surut dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman,” katanya.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir ini. Namun, kerugian materi akibat banjir ini masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. “Kami masih melakukan pendataan kerugian akibat banjir ini. Semoga bantuan segera tersalurkan kepada warga yang terdampak,” ujar Budi Santoso.

Pemerintah Kabupaten Kuningan juga telah menyiapkan posko pengungsian sementara bagi warga yang terdampak banjir. “Kami sudah menyiapkan posko pengungsian dan memberikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir. Semoga warga dapat merasa terbantu dengan adanya posko ini,” tutur Budi Santoso.

Hingga berita ini ditulis, evakuasi warga masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Warga yang dievakuasi akan ditempatkan di tempat yang lebih aman hingga situasi benar-benar aman untuk kembali ke rumah masing-masing. “Kami berharap banjir segera surut dan warga dapat kembali ke pemukiman mereka dengan aman,” ujar Budi Santoso.