Pelaksanaan kurban di Sekolah Tahfiz Al Fatih Pekanbaru mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dengan jumlah hewan kurban meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya pada perayaan Iduladha tahun ini. Pendiri Sekolah Tahfiz Al Fatih, Anthon Yuliandri, menyatakan bahwa tahun lalu mereka menyembelih empat ekor sapi dan sepuluh ekor kambing, sedangkan tahun ini meningkat menjadi delapan ekor sapi dan dua belas ekor kambing. Kegiatan kurban ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun.
Daging kurban yang didistribusikan oleh Sekolah Tahfiz Al Fatih disalurkan kepada masyarakat sekitar sekolah, guru, karyawan, serta panti asuhan di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya. Sebanyak 100 bungkus daging kurban dibagikan kepada warga sekitar sekolah, sementara 200 bungkus disalurkan kepada guru, karyawan, dan kepala sekolah. Selain itu, sekitar 200 bungkus lainnya diberikan kepada panti asuhan dan masjid di daerah Palas serta daerah sekitar Pekanbaru.
Delapan ekor sapi kurban yang disembelih berasal dari berbagai pihak, termasuk yayasan, guru, kepala sekolah, dan orang tua murid. Hari Raya Iduladha dijadikan momentum untuk meningkatkan keikhlasan dan semangat berbagi kepada sesama. Anthon menegaskan bahwa seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, murid, kepala sekolah, hingga komite sekolah, diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kurban.
Anthon juga berharap agar semangat Iduladha tidak hanya diartikan sebagai ibadah penyembelihan hewan kurban, tetapi juga sebagai bentuk pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama. Ia mencontohkan tradisi gotong royong masyarakat di Desa Batur, Banjarnegara, yang mampu melaksanakan ratusan kurban setiap tahun melalui sistem iuran kecil harian. Semangat kebersamaan dan kepedulian menjadi fokus yang ingin dibangun oleh Sekolah Tahfiz Al Fatih.
Dengan semangat tersebut, Anthon berharap agar ke depan jumlah hewan kurban yang disediakan bisa lebih banyak lagi. Ia mengajak guru dan murid untuk menyisihkan sejumlah uang setiap hari guna mendukung program kurban sekolah. Sebagai penutup, Anthon menegaskan pentingnya meningkatkan kepedulian kepada warga sekitar dan sesama, seiring dengan semangat pengorbanan yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.