Seorang karyawan kontraktor perkebunan, Eko Prastio (29), ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban serangan harimau Sumatera di kawasan Camp TPK PT Madukoro Lestari Estate Tasik, Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (10/7/2026) malam ketika korban keluar dari camp sekitar pukul 19.00 WIB untuk mencari jaringan telepon seluler dan tidak kembali hingga malam hari.

Rekan-rekan korban melakukan pencarian pada pukul 21.00 WIB dan melanjutkannya hingga Sabtu (11/7/2026) pagi. Tim pencari menemukan bercak darah sekitar 100 meter dari camp pada pukul 06.00 WIB, mengarah ke kawasan hutan, dan dugaan jejak menunjukkan korban telah diseret hingga dua kilometer dari titik awal.

Jenazah Eko Prastio ditemukan pada pukul 07.00 WIB di kawasan hutan Grembel dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke Klinik Estate Tasik sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Kapolsubsektor Pelalawan, Ipda Fernando Purba, menyatakan pihak kepolisian menerima laporan pada pukul 09.00 WIB dan sedang melakukan penyelidikan.

Polisi berkoordinasi dengan BKSDA Riau untuk penanganan satwa liar dan mitigasi risiko. Kepolisian, BKSDA Riau, dan perusahaan akan meningkatkan patroli serta memasang papan peringatan di kawasan rawan konflik manusia dengan satwa liar. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan melapor ke pihak berwenang jika menemukan satwa liar.

Penyebab kematian korban masih dalam penanganan aparat kepolisian dan BKSDA Riau. Dugaan serangan harimau didasarkan pada temuan awal di lokasi kejadian yang masih menunggu hasil penanganan lebih lanjut. Kewaspadaan di kawasan perkebunan dan hutan perlu ditingkatkan untuk mencegah insiden serupa.