Penerbitan Kartu Kuning di Batam Meningkat, Tembus 3.475 Dokumen pada Mei 2026

BATAM : SERANTAU MEDIA – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat tren peningkatan penerbitan kartu kuning atau AK-1 sepanjang awal 2026. Pada Mei 2026, jumlah AK-1 yang diterbitkan mencapai 3.475 dokumen, tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan peningkatan jumlah pencari kerja yang mengurus AK-1 salah satunya dipengaruhi oleh bertambahnya lulusan SMA dan SMK yang mulai memasuki dunia kerja. “Kelulusan sekolah juga berpengaruh terhadap peningkatan pengurusan AK-1, terutama dari lulusan SMK dan SMA yang mulai mencari pekerjaan,” kata Yudi di Batam, Sabtu.

Berdasarkan data Disnaker Batam, jumlah penerbitan AK-1 pada Januari 2026 sebanyak 1.842 dokumen, Februari 2.612 dokumen, Maret 1.709 dokumen, April 2.646 dokumen, dan meningkat menjadi 3.475 dokumen pada Mei. Secara kumulatif, jumlah pencari kerja yang tercatat di Disnaker Batam hingga Mei 2026 mencapai 12.284 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.465 pencari kerja telah berhasil ditempatkan bekerja. Sementara itu, lowongan kerja yang tersedia selama periode yang sama tercatat sebanyak 5.408 posisi.

Yudi menjelaskan sejak 1 Maret 2026, pelayanan penerbitan AK-1 di Batam hanya diberikan kepada pemegang KTP atau kartu keluarga Kota Batam sesuai Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 13 Tahun 2026. Menurut dia, kebijakan tersebut diterapkan untuk meningkatkan validitas data pencari kerja lokal sehingga pemerintah dapat menyusun program ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran.

“Kebijakan ini bukan untuk membatasi kesempatan kerja masyarakat luar daerah, tetapi untuk memastikan data pencari kerja lokal lebih valid sehingga program ketenagakerjaan dapat disusun secara tepat sasaran,” ujarnya.

Bagi pencari kerja yang masih menggunakan KTP luar Batam, Disnaker mengarahkan untuk mengurus AK-1 di daerah asal melalui aplikasi Siapkerja milik Kementerian Ketenagakerjaan atau terlebih dahulu menyelesaikan proses perpindahan domisili ke Kota Batam.

Yudi berharap data pencari kerja yang semakin akurat dapat membantu pemerintah dalam mempertemukan kebutuhan tenaga kerja industri dengan pencari kerja lokal serta menekan angka pengangguran di Kota Batam.