Impor Provinsi Riau mengalami pergeseran signifikan pada awal tahun ini, dengan masuknya investasi barang modal bernilai tinggi dari Prancis berupa pesawat terbang beserta komponennya yang kini mendominasi arus perdagangan internasional di Riau. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat bahwa nilai impor daerah ini sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai angka 1,63 miliar dollar AS, mengalami lonjakan tajam sebesar 140,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa struktur impor Riau saat ini didominasi oleh kelompok barang modal, yang nilainya melonjak lebih dari 20 kali lipat. Impor barang modal mencapai 862,97 juta dollar AS atau 53,01 persen dari total belanja internasional Riau hingga Mei 2026. Menurut Asep Riyadi, lonjakan impor barang modal menunjukkan adanya aktivitas investasi atau pengembangan kapasitas produksi di daerah.
Asep Riyadi menambahkan bahwa kelompok komoditas kapal terbang dan bagiannya menjadi pemicu utama dalam pergeseran struktur impor Riau. Nilai impor komoditas tersebut mencapai 780,83 juta dollar AS, dengan lonjakan drastis hingga 54.918,49 persen dibandingkan dengan periode JanuariāMei 2025. Prancis pun menjadi negara asal impor nonmigas terbesar bagi Riau, dengan nilai pasokan mencapai 781,91 juta dollar AS atau menguasai 50,19 persen pangsa pasar impor nonmigas di Riau.
Tren pertumbuhan ini juga mengubah peta kawasan mitra dagang Riau, dimana impor dari Uni Eropa kini mendominasi dengan porsi 53,91 persen atau senilai 839,84 juta dollar AS. Di sisi lain, impor komoditas pendukung industri manufaktur lokal bergerak variatif, dengan impor pupuk, komoditas kayu, mesin-mesin mekanik, dan bahan kimia organik mengalami kenaikan. Namun, impor bahan baku bubur kayu atau pulp mengalami penurunan yang signifikan.
Secara bulanan, dinamika perdagangan luar negeri Riau pada Mei 2026 mencapai 550,41 juta dollar AS, melonjak 298,69 persen dari Mei tahun sebelumnya. Aktivitas impor nonmigas menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, sementara impor sektor migas mengalami penurunan. Asep Riyadi menyimpulkan bahwa struktur impor Riau mengalami perubahan signifikan, dengan dominasi barang modal dari Prancis sebagai faktor utama dalam pergeseran tersebut.