Dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh media lokal, Budi Santoso, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar, mengungkapkan bahwa penjualan di pasar tradisional mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang beralih ke pasar modern dan belanja online.

Menurut Budi Santoso, penurunan penjualan ini pertama kali terjadi sejak awal pandemi Covid-19 melanda. Namun, situasi semakin memburuk setelah pemerintah memberlakukan kebijakan PPKM yang membuat akses ke pasar tradisional semakin terbatas. “Kami merasa sangat terdampak dengan kebijakan PPKM ini, karena pembatasan jam operasional pasar membuat pengunjung semakin sedikit,” ujar Budi.

Budi juga menambahkan bahwa faktor lain yang turut berkontribusi terhadap penurunan penjualan adalah tingginya harga bahan pokok. Hal ini membuat daya beli masyarakat menurun dan lebih memilih untuk berbelanja kebutuhan pokok di tempat lain yang dianggap lebih murah.

Meskipun demikian, Budi berharap pemerintah dapat memberikan stimulus atau bantuan kepada pedagang pasar tradisional agar mereka dapat bertahan di tengah situasi yang sulit ini. “Kami berharap ada langkah-langkah konkret dari pemerintah untuk membantu kami agar bisa tetap bertahan dan tidak gulung tikar,” ujar Budi.

Selain itu, Budi juga menekankan pentingnya dukungan dari masyarakat untuk tetap berbelanja di pasar tradisional. Menurutnya, dengan berbelanja di pasar tradisional, masyarakat turut membantu perekonomian lokal dan mempertahankan warisan budaya bangsa.

Dalam upaya meningkatkan minat belanja masyarakat, Budi mengatakan bahwa pihaknya juga tengah merencanakan berbagai program promosi dan diskon untuk menarik pengunjung kembali ke pasar tradisional. “Kami berusaha untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan agar mereka tetap setia berbelanja di pasar tradisional,” ujar Budi.

Meskipun kondisi pasar tradisional saat ini memprihatinkan, Budi tetap optimis bahwa pasar tradisional akan bisa bangkit kembali. “Kami tetap optimis dan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap bertahan dan berkontribusi bagi perekonomian masyarakat sekitar,” tutup Budi.