Pemerintah Kota Pekanbaru memprioritaskan penyelesaian belasan nota keberatan warga terkait hasil pemilihan ketua rukun tetangga dan rukun warga di beberapa wilayah. Penyelesaian sengketa ini merupakan syarat mutlak sebelum seluruh perangkat lingkungan terpilih dikukuhkan secara bersamaan. Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengonfirmasi adanya belasan berkas pengaduan yang masuk ke pemerintah daerah.
“Saat ini ada 19 sanggahan yang sedang kami proses. Jumlah ini sebenarnya sangat kecil dibandingkan total keseluruhan wilayah yang menggelar pemilihan, jadi dinamika ini masih dalam batas wajar,” ujar Agung Nugroho di Pekanbaru, Senin (25/5/2026). Kendati demikian, ia menilai sanggahan dari para calon yang kalah merupakan riak politik yang lumrah terjadi dalam proses demokrasi di tingkat akar rumput.
Pemerintah daerah menargetkan proses mediasi dan verifikasi atas belasan aduan tersebut dapat rampung dalam beberapa hari ke depan. Langkah ini diambil agar penerbitan Surat Keputusan (SK) penetapan tidak terhambat dan hak pilih warga tetap terlindungi. Jika seluruh sengketa hasil pemilihan selesai dimediasi, agenda pengukuhan dan penyerahan SK akan langsung digelar terpusat.
Menurut Agung Nugroho, kebijakan pelantikan kolektif ini sengaja dipilih untuk menyamakan persepsi seluruh ketua RT dan RW baru dalam mengawal program pembangunan kota ke depan. Langkah-langkah tersebut diambil demi kepentingan bersama dan kelancaran proses pemerintahan di tingkat lingkungan.
Agung Nugroho juga menegaskan pentingnya menyelesaikan sengketa pemilihan ini dengan cepat agar tidak mengganggu agenda pembangunan kota ke depan. Proses penyelesaian sengketa ini dilakukan dengan transparan dan objektif untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan keadilan dalam proses pemilihan ketua RT dan RW. Dengan penyelesaian sengketa yang tepat dan adil, diharapkan semua pihak dapat menerima hasil akhir dengan lapang dada dan tetap menjaga keharmonisan di lingkungan masing-masing.