Venue dayung Kebun Nopi di Desa Bukit Pedusunan, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, yang dibangun untuk PON 2012, saat ini mengalami kondisi yang memprihatinkan. Fasilitas berstandar internasional ini sekarang rusak dan kurang terawat. Venue ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp35,16 miliar yang bersumber dari APBN dan APBD. Selain itu, pemerintah kembali mengalokasikan dana perbaikan sebesar Rp1,6 miliar pada 2015 serta pembangunan turap senilai Rp36 miliar pada 2020.
Lokasi ini juga pernah digunakan untuk Kejuaraan Nasional Dayung dan Porprov Riau 2022 setelah diperbaiki sebelum pelaksanaan ajang tersebut. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan seperti kaca bangunan pecah, plafon rusak, dan area sekitar dipenuhi semak belukar. Selain itu, kondisi perairan di sepanjang lintasan dayung terlihat keruh, dangkal, dan dipenuhi sampah.
Sebelumnya, venue ini dikenal sebagai salah satu arena dayung terbaik di Asia Tenggara dan telah melahirkan atlet tingkat nasional maupun internasional. Kondisi rusak dan terbengkalainya venue ini dinilai memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun provinsi. Kerusakan fasilitas berisiko menambah beban anggaran jika perbaikan terus dilakukan secara berulang setiap kali ada event.
Sejumlah pihak berharap Pemerintah Provinsi Riau bersama instansi terkait, termasuk KONI, segera turun tangan meninjau dan melakukan penanganan terhadap venue tersebut agar dapat kembali dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian, pembinaan atlet tidak terhambat dan kerusakan fasilitas bisa diminimalisir untuk menghindari pengulangan biaya perbaikan yang besar.