Operasi pencarian intensif yang berlangsung selama tiga hari di perairan Selat Rupat, Dumai, Riau, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan jasad Agustinus Laia (30), seorang anak buah kapal yang dilaporkan terjatuh dari kapal pompong sejak Selasa (19/5/2026) lalu. Jasad pria asal Tuhemberua, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan tersebut ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (21/5/2026) siang sekitar pukul 11.52 WIB. Lokasi penemuan berada di koordinat 1°42’45” N 101°38’44” E, atau berjarak sekitar 6 mil laut arah timur laut dari titik perkiraan korban terjatuh.
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, menjelaskan bahwa penemuan ini terjadi berkat penyisiran paralel yang konsisten oleh tim penyelamat di sekitar area perairan. Begitu posisi korban teridentifikasi, tim gabungan langsung bergerak melakukan evakuasi untuk membawa jasad korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah Dumai. Dengan dievakuasinya korban, otoritas keselamatan laut mengajukan penutupan operasi pencarian secara resmi pada pukul 12.45 WIB. Seluruh personel dan unsur yang terlibat, termasuk dari TNI AL, dikembalikan ke satuan masing-masing.
Budi Cahyadi menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi seluruh elemen yang terlibat dalam operasi penyelamatan ini. Bersamaan dengan penutupan operasi, ia mengingatkan para pelaku transportasi laut dan nelayan untuk memperketat standar keselamatan, terutama penggunaan pelampung saat kapal sedang berlayar. Peristiwa kecelakaan air ini pertama kali terdeteksi setelah Basarnas Pekanbaru menerima laporan dari anggota Lanal Dumai, Serma Khadirin, pada Selasa siang. Korban diduga kuat terpeleset dan jatuh ke laut saat kapal pompong yang ia awaki sedang menempuh perjalanan dari Pelabuhan Wilmar Pelintung menuju Pelabuhan Pelindo Dumai.
Menurut Budi Cahyadi, “Penemuan ini terjadi berkat penyisiran paralel yang konsisten oleh tim penyelamat di sekitar area perairan. Begitu posisi korban teridentifikasi, tim gabungan langsung bergerak melakukan evakuasi untuk membawa jasad korban menuju Rumah Sakit Umum Daerah Dumai.” Dengan demikian, operasi pencarian intensif yang telah dilakukan selama tiga hari akhirnya membuahkan hasil dengan penemuan jasad Agustinus Laia. Otoritas keselamatan laut juga mengajukan penutupan operasi pencarian secara resmi setelah evakuasi korban dilakukan. Seluruh personel dan unsur yang terlibat dalam operasi dikembalikan ke satuan masing-masing.