Pemerintah Kota Pekanbaru berencana menambah cakupan wilayah sasaran program “Satu ASN Satu RW” mulai bulan ini. Langkah ini diambil guna memperkuat validasi data kependudukan secara faktual agar perencanaan pembangunan daerah menjadi lebih tepat sasaran. Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut menjelaskan bahwa penambahan wilayah ini merupakan tahap lanjutan setelah program tersebut diuji coba di Kecamatan Binawidya dan Kecamatan Sail. Sejak digulirkan pada Februari 2026, para aparatur sipil negara (ASN) di dua wilayah tersebut telah melakukan pendampingan langsung di tingkat akar rumput.
Menurut Ingot Ahmad Hutasuhut, “Program ini merupakan inisiatif baru sehingga pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Insyaallah bulan ini jangkauan wilayahnya akan kami perluas lagi ke kecamatan lain,” ujar Ingot Ahmad Hutasuhut di Pekanbaru, Kamis (7/5/2026).
Berdasarkan data pemerintah kota, saat ini terdapat total 770 RW yang tersebar di seluruh wilayah Pekanbaru. Namun, jumlah personel yang diterjunkan dalam tahap awal di Binawidya dan Sail baru mencapai 67 orang. Pemerintah berkomitmen menambah jumlah petugas secara proporsional seiring dengan perluasan cakupan wilayah tersebut.
Ingot Ahmad Hutasuhut menekankan bahwa para ASN ini berfungsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan warga. Selain memberikan pelayanan birokrasi, tugas utama mereka adalah melakukan verifikasi lapangan terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat, mulai dari kelayakan hunian hingga jumlah penduduk riil di setiap lingkungan.
Hasil evaluasi dari dua kecamatan terdahulu menunjukkan adanya kebutuhan penyempurnaan teknis di lapangan. Kendati demikian, pemerintah optimistis integrasi data yang dihimpun oleh para ASN ini akan menjadi fondasi kuat bagi kebijakan fiskal dan infrastruktur di masa depan.
Melalui pendataan yang akurat terhadap kondisi aktual di tingkat RW, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap program kerja yang disusun ke depannya dapat lebih efektif. Fokus utamanya adalah memastikan setiap intervensi pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di tingkat paling bawah. (Bil)