Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, menargetkan mobilisasi massa hingga di atas 4.000 orang untuk menyemarakkan pawai taaruf menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat provinsi. Ribuan peserta tersebut akan menampilkan perpaduan syiar Islam dan kekayaan budaya lokal dari seluruh wilayah kecamatan.
Rencana pengerahan massa dalam jumlah besar ini menjadi fokus utama dalam perumusan teknis mutakhir yang berlangsung di Teluk Kuantan, Senin (9/6/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan pergerakan ribuan orang tersebut tidak memicu kekacauan di lapangan.
Asisten III Sekretariat Daerah Kuantan Singingi Azhar menyatakan, seluruh kepala desa dari tiap kecamatan wajib terlibat langsung dalam iring-iringan. Kebijakan ini diambil agar representasi kearifan lokal bernuansa Islami dari tiap wilayah dapat tergambar secara optimal.
“Kami ingin pawai ini menjadi cerminan nyata dari semangat kolektif masyarakat dalam menyukseskan MTQ. Oleh karena itu, keterlibatan unsur terkecil seperti pemerintahan desa menjadi sangat krusial,” ujar Azhar yang memimpin jalannya koordinasi mewakili Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby.
Untuk mengurai kepadatan massa, manajemen arus dan penempatan peserta menjadi poin krusial yang diatur ulang. Panitia memutuskan untuk menyebar lima korps musik (marching band) di sepanjang barisan guna menjaga ritme dan kerapian kafilah selama berjalan kaki.
Rute pawai dipastikan tetap menggunakan jalur utama pusat kota. Rombongan besar ini dijadwalkan memulai pergerakan dari area depan Kantor Pos Teluk Kuantan dan bergerak lurus hingga mencapai titik akhir di kawasan Taman Jalur.
Melalui strategi mobilisasi dan pematangan teknis ini, pemerintah daerah membidik dua target sekaligus, yakni kesuksesan manajemen acara serta penyediaan pelayanan publik yang aman bagi para pengunjung yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Riau. (Adv)