Helikopter pengebom air (water bombing) dikerahkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang kembali berkobar di sejumlah wilayah Provinsi Riau. Langkah intervensi udara ini diambil setelah tim darat berkejaran dengan waktu untuk memutus perambatan api yang memicu kemunculan asap pekat.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau, M Edy Afrizal, lonjakan indikasi kebakaran terpantau dari kemunculan belasan titik panas (hotspot). Sebaran indikasi awal tersebut paling banyak terdeteksi di wilayah Pelalawan, Rokan Hulu, Siak, dan Kuantan Singingi.

Wilayah Kandis di Kabupaten Siak dan Rantau Bais di Kabupaten Rokan Hilir menjadi prioritas penanganan intensif karena vegetasi yang terbakar masih terus mengeluarkan kepulan asap. Di Desa Ranah Singkuang, Kabupaten Kampar, situasinya sudah mulai terkendali setelah api permukaan berhasil dijinakkan, dengan proses pendinginan tetap berjalan untuk mengantisipasi sisa arang di bawah permukaan tanah.

Aktivitas pemadaman kini difokuskan pada tiga area yang tersebar di Kabupaten Siak, Kampar, dan Rokan Hilir. Sinergi antara satgas darat dan udara diperketat karena beberapa titik masih menyisakan bara api di dalam lapisan tanah yang berpotensi meluas.

Satgas penanggulangan bencana memastikan pengerahan armada helikopter dan personel darat akan terus dipertahankan di lokasi-lokasi kritis. Evaluasi harian terus dilakukan guna memastikan seluruh potensi api benar-benar padam total sebelum cuaca kering semakin ekstrem.