Sebanyak 50 warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi korban banjir bandang yang terjadi pada hari Selasa (12/10) malam. Banjir bandang tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan meluapnya Sungai Cikarang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Ahmad Suryana, mengatakan bahwa banjir bandang ini terjadi sekira pukul 20.00 WIB. “Banjir bandang ini cukup parah dan menyebabkan beberapa rumah warga terendam air,” ujarnya.
Menyusul kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bekasi segera melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir bandang. Mereka dibantu oleh relawan dan aparat keamanan setempat.
Salah seorang warga Desa Mekarsari yang menjadi korban banjir bandang, Siti Rahayu, mengungkapkan bahwa ia beserta keluarganya harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena air sungai meluap dengan cepat. “Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga, yang terpenting keselamatan keluarga,” ujarnya.
Pemerintah setempat juga telah menyiapkan posko pengungsian dan bantuan logistik bagi warga yang terdampak banjir bandang. Bantuan tersebut berupa makanan, air bersih, selimut, dan keperluan lainnya.
Kepala Desa Mekarsari, Budi Santoso, menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak banjir bandang ini. “Kami berharap bantuan dan perhatian dari semua pihak agar warga kami dapat segera pulih dari musibah ini,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir bandang ini. Namun, pihak terkait terus melakukan pemantauan dan evakuasi jika diperlukan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mengimbau kepada warga agar selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat musim hujan seperti ini. Masyarakat diminta untuk mengikuti himbauan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.