Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru mencatat mayoritas pengelola hotel di wilayahnya belum merespons imbauan pemerintah daerah untuk menyediakan ruang pameran produk ekonomi kreatif. Hingga saat ini, baru sebagian kecil pelaku industri perhotelan yang mengalokasikan area khusus untuk memasarkan komoditas lokal hasil usaha mikro, kecil, dan menengah.
Berdasarkan data instansi terkait, jumlah akomodasi yang belum memfasilitasi tempat pemasaran produk khas tersebut mencapai puluhan unit. Sementara itu, pelaku usaha yang tercatat sudah mengoperasikan pojok ekonomi kreatif baru menyentuh angka 15 hotel.
Beberapa pengelola yang telah menyediakan fasilitas pameran tersebut antara lain Hotel Grand Jatra, Hotel Novotel, Khas Hotel, Batiqa Hotel, Hotel Swiss Bell, Hotel Grand Central, Hotel Grand Elite, dan Bono Hotel. Lowongnya ruang promosi di puluhan hotel lain menjadi tantangan tersendiri bagi penyerapan produk lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru Akmal Khairi menyatakan bahwa pemerintah daerah terus mendorong percepatan penyediaan ruang pamer ini. Langkah tersebut dinilai strategis untuk mendekatkan produk perajin dan pelaku usaha lokal dengan para wisatawan yang berkunjung ke Ibu Kota Provinsi Riau.
Pemerintah kota berharap seluruh manajemen hotel yang masih absen segera membuka ruang bagi perputaran ekonomi kreatif warga. Selain sektor penginapan, instruksi perluasan pasar hilir ini juga ditargetkan menyasar para pengelola restoran besar serta pusat perbelanjaan modern di seluruh penjuru Pekanbaru.