Jalan Sam Ratulangi di Kota Pekanbaru dikenal sebagai tempat berjualan jajanan tradisional yang terkenal sejak dulu. Lokasinya berada di Kelurahan Sago, Kecamatan Senapelan. Di jalan ini, terlihat gerobak berlabel BRI Peduli yang dipenuhi dengan kue-kue tradisional yang tersusun rapi.

Beberapa pedagang kaki lima sudah mulai berjualan di siang hari, meskipun ada juga yang masih tengah menyiapkan dagangannya. Salah satu pedagang bernama Novrial Chandra terlihat sibuk menata peralatan memasak di gerobaknya di persimpangan Jalan Sam Ratulangi dengan Jalan Jenderal Sudirman. Chandra mengungkapkan bahwa gerobaknya merupakan bantuan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang diterimanya sekitar dua tahun lalu melalui Pemko Pekanbaru.

Menurut Chandra, sebelum menerima bantuan gerobak dari BRI, ia menggunakan gerobak sendiri yang biayanya sekitar Rp5 juta. Dengan adanya bantuan gerobak, Chandra tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membuat gerobak baru, sehingga ia merasa terbantu dalam menjalankan usahanya.

Meski menjual makanan tradisional, Chandra tidak terpengaruh dengan tren jajanan kekinian karena makanan tradisional masih memiliki peminat yang banyak. Bahkan, martabak produksinya sudah terdaftar di aplikasi GoFood dengan nama Martabak Bang Chan.

Seorang sumber dari Disperindag Pekanbaru membenarkan adanya bantuan gerobak dari BRI, dimana sebanyak 20 gerobak telah disalurkan, namun hanya 18 gerobak yang digunakan oleh pedagang hingga saat ini. Department Head Ultra Micro BRI Region 2 Pekanbaru, Widia Apriani, menjelaskan bahwa program CSR BRI Peduli bertujuan untuk menciptakan nilai ekonomi melalui pemberdayaan dan pelatihan yang diberikan kepada UMKM.

BRI berharap program-program pemberdayaan yang diberikan dapat membantu UMKM untuk naik kelas dan meningkatkan kualitas usahanya. Melalui program BRI Peduli, BRI berupaya untuk mendukung keberlangsungan jajanan kuliner tradisional di daerah Senapelan, Pekanbaru, serta memberikan peluang dan bantuan kepada UMKM untuk berkembang.