Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi sebagian besar wilayah Provinsi Riau pada Selasa (12/5/2026). Meskipun hujan diprediksi masih merata, pantauan satelit justru menunjukkan kemunculan titik panas di wilayah selatan Riau.

Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai sambaran petir dan angin kencang menjadi ancaman utama. Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Yasir P memaparkan bahwa gangguan cuaca ini diprediksi melanda beberapa kabupaten dan kota di Riau, termasuk wilayah perkotaan seperti Pekanbaru dan Dumai.

Kondisi atmosfer di Bumi Lancang Kuning saat ini menunjukkan fluktuasi yang dinamis. Pada siang hingga malam hari, awan hujan diperkirakan menumpuk di sepuluh kabupaten dan kota, termasuk wilayah perkotaan. Masyarakat diminta mewaspadai fenomena hidrometeorologi yang datang secara tiba-tiba.

Memasuki pergantian hari atau dini hari, kelembapan udara yang mencapai 100 persen memicu munculnya udara kabur hingga hujan ringan di area pesisir seperti Bengkalis dan Kepulauan Meranti. Suhu udara rata-rata di Riau berada pada angka 23,0 hingga 33,0 derajat celsius dengan hembusan angin dari arah timur ke selatan.

Ancaman kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya surut. Terdapat 39 titik panas (hotspot) yang tersebar di Pulau Sumatera, dengan Provinsi Riau menyumbang tiga titik panas yang terkonsentrasi di Kabupaten Indragiri Hulu. Meskipun jumlah di Riau tergolong rendah dibandingkan wilayah tetangga, keberadaan titik panas di tengah peringatan hujan lebat menunjukkan adanya anomali cuaca lokal.

BMKG memprakirakan tinggi gelombang di perairan Riau masih dalam kategori aman atau rendah, berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Meskipun demikian, warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pada sore hari, diimbau untuk selalu memperhatikan perubahan warna awan dan kecepatan angin guna menghindari risiko pohon tumbang atau kilat.