Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca buruk yang diprediksi melanda hampir seluruh wilayah Provinsi Riau pada Rabu (13/5/2026). Selain ancaman hujan lebat disertai angin kencang, pantauan satelit juga menunjukkan kemunculan belasan titik panas yang tersebar di lima kabupaten.

Kondisi atmosfer di Riau saat ini menunjukkan ketidakteraturan, di mana potensi hujan lebat dan titik panas muncul secara bersamaan. Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Yudhistira M memaparkan bahwa sejak pagi hari, citra radar cuaca telah menangkap adanya pertumbuhan awan hujan di wilayah pesisir dan daratan bagian tengah.

“Kami memantau hujan dengan intensitas ringan hingga sedang sudah terjadi di wilayah Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, hingga Indragiri Hilir sejak pagi ini,” ujar Yudhistira dalam keterangan resminya di Pekanbaru.

Memasuki siang hingga malam hari, sebaran hujan diprediksi akan meluas ke sebagian besar wilayah Riau. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi fenomena cuaca ekstrem berupa petir dan angin kencang yang rentan terjadi di Kota Pekanbaru, Kampar, Rokan Hulu, serta Kepulauan Meranti.

Di sisi lain, meski dibayangi hujan, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap menjadi perhatian serius. Berdasarkan data terbaru hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 39 titik panas di Pulau Sumatera, di mana 13 titik di antaranya berada di daratan Riau.

Kabupaten Bengkalis menjadi penyumbang titik panas terbanyak dengan 5 titik, disusul Indragiri Hulu 3 titik, Kampar 2 titik, Pelalawan 2 titik, dan Rokan Hulu 1 titik. Munculnya titik panas ini terjadi di tengah suhu udara yang cukup terik pada siang hari yang mencapai 33,0 derajat Celcius.

BMKG mencatat kelembapan udara berada pada rentang 55 hingga 100 persen dengan arah angin yang bertiup dari tenggara ke barat daya. Sementara itu, kondisi di sektor perairan masih dalam kategori aman dengan tinggi gelombang laut di kisaran 0,5 hingga 1,25 meter.

Masyarakat diimbau untuk terus memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan, terutama saat intensitas hujan meningkat pada sore hari yang berpotensi mengganggu jarak pandang dan stabilitas bangunan akibat angin kencang.