Gempa ganda yang terjadi di Venezuela pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat menimbulkan kekhawatiran karena kejadian tersebut sangat langka. Dua gempa dengan kekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi dalam rentang waktu hanya 39 detik, menyebabkan kematian minimal 1.943 orang, luka-luka lebih dari 10 ribu orang, dan mengakibatkan lebih dari 15 ribu warga menjadi pengungsi hingga 30 Juni.

Pakar kebumian dan dosen Teknik Geofisika Universitas Pertamina, Iktri Madrinovella, M.Si., menjelaskan bahwa dampak besar dari gempa di Venezuela dipengaruhi oleh fenomena seismic doublet, di mana dua gempa besar terjadi hampir bersamaan dalam waktu singkat. Iktri menyatakan bahwa fenomena ini jarang terjadi namun dapat memperparah dampak bencana karena masyarakat harus menghadapi dua guncangan besar dalam waktu yang hampir bersamaan.

Menurut Iktri, wilayah utara Venezuela berada di pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan yang didominasi oleh sesar geser, di mana dua bagian kerak bumi saling bergeser secara mendatar. Pergerakan ini menyebabkan tekanan di sepanjang patahan terus menumpuk hingga akhirnya melepaskan energi dalam bentuk gempa bumi.

Iktri juga menekankan bahwa fenomena gempa ganda di Venezuela memiliki relevansi bagi Indonesia karena kedua negara berada di kawasan tektonik aktif. Contoh gempa besar seperti Gempa Mentawai-Bengkulu pada 2007 dan gempa Lombok pada 2018 menunjukkan bahwa rangkaian gempa besar dapat terjadi akibat aktivitas tektonik yang saling berkaitan.

Mitigasi bencana gempa di Indonesia menjadi penting, mengingat potensi terjadinya rangkaian gempa seperti yang terjadi di Venezuela. Pemetaan kerentanan seismik menjadi dasar untuk penyusunan tata ruang, pembangunan infrastruktur tahan gempa, dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Pjs Rektor Universitas Pertamina, Prof Dr tech Djoko Triyono MSi, menekankan pentingnya investasi pada riset kebencanaan sejajar dengan pembangunan infrastruktur. Universitas Pertamina berkomitmen untuk memperkuat riset, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung mitigasi bencana di Indonesia.