Hilir mudik kendaraan terlihat agak sepi di Jalan Lintas Timur Sumatra, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim pada pagi itu. Wilayah ini merupakan pinggiran Kota Pekanbaru. Sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga terlihat sepi, dengan jarak sekitar 30 menit dari pusat kota jika ditempuh dengan motor.

Agen BRILink terlihat cukup banyak di sekitar SPBU tersebut, mengingat Kecamatan Kulim merupakan wilayah perlintasan bagi warga dari Kabupaten Siak dan Pelalawan menuju Kota Pekanbaru. Di seberang SPBU Kulim tersebut, terdapat gerai transaksi online yang juga merupakan toko penjualan aksesori telepon seluler bernama Daffa Ponsel 2, dengan spanduk besar bertuliskan BRILink.

Seorang karyawan agen BRILink yang bernama Arafah, seorang mahasiswa tingkat akhir di Universitas Islam Riau (UIR), melayani seorang warga yang ingin bertransaksi di toko tersebut. Menurut Arafah, toko ponsel yang juga merupakan agen BRILink ini merupakan cabang kedua, dengan cabang pertama berlokasi di Simpang Tangor, dekat Pasar Tangor, Kecamatan Tenayan Raya.

Arafah juga mengungkapkan bahwa transaksi di agen BRILink tersebut lebih banyak dilakukan oleh warga sekitar, namun terkadang juga dimanfaatkan oleh sopir atau penumpang yang sedang antre di SPBU untuk penarikan uang melalui Anjung Tunai Mandiri (ATM) mini. Arafah telah menjalankan tugasnya sebagai operator Agen BRILink sejak tahun 2022, dengan gaji yang cukup untuk kehidupan sehari-hari dan biaya kuliah.

Menurut seorang pejabat BRI Regional 2 Pekanbaru, terdapat 6.492 agen BRILink yang tersebar di seluruh Pekanbaru. Keberadaan agen BRILink ini dinilai sangat membantu masyarakat dalam bertransaksi tanpa harus ke bank atau ATM, sehingga memungkinkan masyarakat untuk bertransaksi dari berbagai lokasi, mulai dari wilayah pinggiran kota hingga lingkungan perumahan.