Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menyalurkan apresiasi bagi warga yang berperan aktif melaporkan titik penumpukan sampah melalui layanan kedaruratan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan limbah lingkungan dengan melibatkan pengawasan langsung dari masyarakat.
Salah satu warga Kecamatan Tenayan Raya, Melki, menjadi penerima perdana penghargaan tersebut setelah melaporkan adanya timbulan sampah di Jalan Melati Sekuntum. Laporan yang disampaikan melalui layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) 112 tersebut langsung direspons dengan pembersihan lokasi oleh petugas di lapangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menyampaikan, pemberian voucher belanja kepada warga tersebut merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Pemberian imbalan ini diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif warga dalam menjaga kebersihan kota.
“Laporan masuk melalui saluran 112 mengenai sampah di pasar kaget yang sudah sepekan tidak terangkut. Pada hari yang sama, tim langsung bergerak melakukan evakuasi. Reward ini adalah bentuk terima kasih atas kepedulian warga terhadap estetika kota,” ujar Reza Aulia Putra di Kantor TRC 112, Sabtu (25/4/2026).
Skema penghargaan ini menjadi instrumen baru bagi Pemkot Pekanbaru dalam mengejar target sebagai Kota Hijau (Green City). Dengan adanya insentif, masyarakat didorong untuk tidak sekadar abai melihat penyimpangan pengelolaan sampah, melainkan berani melapor agar segera mendapatkan penanganan teknis.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sebelumnya menegaskan bahwa partisipasi publik melalui kanal TRC 112 tidak hanya terbatas pada persoalan sampah, tetapi juga mencakup berbagai kendala infrastruktur dan pelayanan publik lainnya di Pekanbaru. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjalankan program apresiasi ini guna memastikan setiap sudut kota terpantau dengan baik.
“Siapa pun warga yang melihat ada penyimpangan atau masalah di lingkungannya bisa melapor. Kami ingin membangun sistem di mana warga merasa memiliki dan ikut menjaga kota ini,” kata Agung Nugroho. (Bil)