Pemerintah memberikan dukungan kepada Sekolah Tahfiz Al-Fatih Pekanbaru melalui kunjungan rutin dan bantuan operasional. Pendiri sekolah, Anton Yuliandri, mengungkapkan bahwa kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru telah dua kali mengunjungi sekolah tersebut, serta para pengawas pendidikan aktif melakukan pembinaan dan pemantauan.

Anton menyatakan bahwa sekolah menerima bantuan operasional pendidikan untuk tingkat taman kanak-kanak melalui Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Sekolah Tahfiz Al-Fatih juga menerima tiga jenis bantuan BOS untuk tingkat SMP, yaitu BOS reguler, BOS kinerja, dan BOS prestasi.

Dalam hal pembinaan santri penghafal Alquran, sekolah memberikan alokasi waktu dan anggaran besar dengan porsi pembelajaran Alquran mencapai enam jam per hari. Anton menjelaskan bahwa prioritas utama sekolah adalah Alquran, kemudian kewirausahaan, dan pelajaran lainnya.

Sekolah Tahfiz Al-Fatih berkomitmen untuk menyediakan tenaga pengajar berkualitas dengan remunerasi yang layak. Program pelatihan tahsin rutin diikuti oleh guru yang belum memiliki kemampuan baca Alquran yang baik, dipandu oleh pengajar senior untuk meningkatkan kualitas bacaan.

Selain itu, sekolah menyelenggarakan program pengembangan kapasitas ke luar negeri, di mana sejumlah guru dan siswa diberangkatkan ke Makkah setiap tahun untuk mengikuti dauroh selama satu bulan. Program ini bertujuan untuk memperdalam kemampuan bahasa Arab dan meningkatkan kualitas hafalan Alquran dengan bimbingan para syekh.

Anton menutup pernyataannya dengan menyebutkan bahwa program pengembangan kapasitas ke luar negeri bersifat opsional bagi yang mampu, namun menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman internasional bagi guru maupun santri.