Jembatan Pasar Rumbio yang terbengkalai sejak 7 tahun lalu mendapat permintaan dari ninik mamak dan tokoh masyarakat Kenegerian Umbio untuk dilanjutkan pembangunannya. Permintaan tersebut disampaikan dalam musyawarah bersama yang digelar di Masjid Jamik Kenegerian Umbio pada Minggu (29/3/2026).
Musyawarah tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat Kenegerian Umbio, termasuk Prof.Munzir Hitami, Prof.Masadi, Dr Nurhamin, Datuk Kampar Dr (HC) Munasir, Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri, Anggota DPRD Kampar Zulfan Azmi, Datuok Godang Kenegerian Umbio Edi Susanto bersama Datuok seluruh persukuan, Camat Kampar, Camat Rumbio Jaya, 12 Kepala Desa Kenegerian Umbio, dan puluhan tokoh masyarakat lainnya.
Dalam musyawarah tersebut, Bustami HY, yang juga mantan Sekda Bengkalis, menyampaikan pentingnya untuk menyamakan persepsi agar pembangunan jembatan Pasar Rumbio dapat dilanjutkan oleh pemerintah. Sebagai langkah konkret, disepakati pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Jembatan Pasar Rumbio yang akan dipimpin oleh Datuk Kampar H. Munasir.
Munasir menegaskan bahwa jembatan ini sangat vital untuk menghubungkan 12 Desa di Kenegerian Umbio. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah mengumpulkan dukungan dari warga di 12 desa dan berkoordinasi dengan pihak pemerintah, termasuk Bupati Kampar, Gubernur Riau, dan Kementerian PUPR.
Peserta musyawarah juga menyampaikan pandangan bahwa terdapat ketimpangan pembangunan infrastruktur antara Kenegerian Umbio dengan daerah lain, yang membuat mereka merasa terpinggirkan. Hal ini diungkapkan oleh Jayusman, mantan Kabid Dispora Riau, yang turut hadir dalam musyawarah bersama A. Saat, mantan Kabid di Dinas PUPR Riau.
Usai musyawarah, ninik mamak dan tokoh masyarakat Kenegerian Umbio langsung meninjau kondisi tiang pancang penyanggah jembatan yang mangkrak. Permintaan mereka untuk melanjutkan pembangunan jembatan Pasar Rumbio diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah untuk memperbaiki ketimpangan pembangunan di daerah tersebut.