Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, turun langsung meninjau jembatan yang amblas di Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai dua pekan lalu. Peninjauan dilakukan guna memastikan penanganan darurat segera dilakukan agar akses masyarakat tidak terputus terlalu lama. Jembatan yang amblas tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung bagi masyarakat di Jalan Nelayan.

“Kerusakan tersebut menyebabkan akses jalan terputus sehingga kendaraan tidak dapat melintas,” kata Wali Kota Agung pada Jumat (3/7/2026). Pembangunan jembatan ini dilakukan oleh pemerintah pusat sejak tahun 1995 dan memiliki usia lebih dari 30 tahun. Kondisi tersebut menyebabkan erosi pada tanah penyangga yang akhirnya membuat bagian bawah jembatan ambruk.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemko Pekanbaru bersama BWSS III sepakat membangun jembatan darurat terlebih dahulu agar akses masyarakat tetap terjaga. Jembatan darurat sudah dikirim dan diharapkan segera dipasang agar masyarakat dapat kembali melintas, meskipun hanya bisa dilalui satu kendaraan secara bergantian.

Selain penanganan darurat, Pemko Pekanbaru juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat pembangunan jembatan permanen. Ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi warga di Jalan Nelayan yang berpenduduk cukup padat.

“Kami akan menyampaikan langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum agar pembangunan jembatan permanen segera direalisasikan,” ucap Agung. Pembangunan kembali jembatan permanen membutuhkan waktu yang cukup panjang, namun langkah darurat ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akses masyarakat sementara waktu.