Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media hari ini, Bapak Joni, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jakarta Barat, mengungkapkan bahwa jumlah kasus demam berdarah di wilayah tersebut mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, faktor cuaca yang tidak menentu dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi penyebab utama meningkatnya kasus demam berdarah.
“Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, kami mencatat lebih dari 500 kasus demam berdarah di Jakarta Barat. Ini merupakan angka yang cukup tinggi dan harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujar Bapak Joni.
Belum lama ini, Dinas Kesehatan Kota Jakarta Barat juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit demam berdarah. Mulai dari fogging, penyuluhan kepada masyarakat, hingga pemeriksaan rutin di puskesmas-puskesmas terdekat.
“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan kasus demam berdarah ini. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” tambah Bapak Joni.
Selain itu, Bapak Joni juga menegaskan pentingnya peran serta seluruh pihak dalam upaya pencegahan demam berdarah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait sangat diperlukan untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini.
“Demi kesehatan bersama, mari kita jaga kebersihan lingkungan dan selalu waspada terhadap gejala demam berdarah. Kita harus bersatu dalam mengatasi masalah kesehatan ini,” tutup Bapak Joni.