Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan bahwa kendala jaringan internet tidak akan menghambat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat sekolah menengah pertama. Penggunaan sistem hybrid yang memadukan moda daring dan luring menjadi kunci stabilitas ujian yang berlangsung serentak di sekolah negeri maupun swasta.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menjelaskan bahwa infrastruktur digital yang disiapkan memungkinkan peserta didik tetap mengerjakan soal meskipun koneksi internet terputus. Setelah naskah ujian diunduh ke perangkat, siswa dapat bekerja secara luring sebelum kemudian hasilnya tersimpan secara otomatis di peladen (server).
“Alhamdulillah, sejauh pemantauan kami di berbagai sekolah, tidak ada kendala teknis. Sistem hybrid ini sangat membantu karena meskipun ada gangguan jaringan, proses pengerjaan soal tetap berjalan lancar,” ujar Markarius Anwar saat meninjau pelaksanaan ujian, Selasa (14/4/2026).
TKA yang diposisikan sebagai instrumen pengganti Ujian Nasional (UN) ini dirancang untuk memetakan capaian akademik siswa sesuai standar kurikulum nasional. Selain aspek teknis, Markarius menekankan bahwa pengawasan dilakukan secara berlapis untuk menjaga validitas nilai.
Setiap ruang ujian dijaga oleh pengawas silang dari satuan pendidikan yang berbeda. Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah turut melakukan pemantauan digital secara real-time dari pusat.
“Seluruh aktivitas selama ujian terekam secara digital dalam sistem. Pengawasan pusat dilakukan secara daring, sehingga setiap dinamika di lapangan terpantau langsung. Kami memastikan tidak ada celah untuk manipulasi,” kata Markarius Anwar menambahkan.
Pemerintah kota berharap hasil TKA tahun ini dapat menjadi basis data yang akurat untuk mengevaluasi kualitas pendidikan di Pekanbaru, sekaligus menjadi acuan dalam pembenahan metode pembelajaran di masa mendatang.