Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kota Pekanbaru memaksa warga untuk berburu pasokan hingga ke luar batas kota. Kondisi ini dipicu oleh kekosongan stok Bio Solar dan Pertalite di sejumlah titik pengisian yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Hingga Sabtu (2/5/2026) sore, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di ibu kota Provinsi Riau masih menunjukkan antrean kendaraan yang memanjang hingga ke badan jalan.
Budi, salah satu warga, mengungkapkan bahwa mobilitas warga kini terganggu akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar di tengah kota. Menurut dia, banyak kerabat dan rekan profesinya yang akhirnya memutuskan menempuh perjalanan jauh ke luar daerah hanya demi memastikan tangki kendaraan terisi. Keluhan serupa disampaikan Rian yang mengaku telah mencari Bio Solar sejak Kamis (30/4/2026).
Di SPBU Jalan Arifin Ahmad, penumpukan kendaraan bahkan terpantau tidak kunjung terurai sejak pagi hingga pukul 15.20 WIB. Galih, seorang pengendara mobil, menyebutkan bahwa waktu tunggu di dalam antrean bisa mencapai lebih dari 30 menit sebelum mencapai pompa pengisian. Menanggapi fenomena ini, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw menyatakan bahwa secara teknis ketersediaan BBM di wilayah Riau masih dalam kategori mencukupi.
Sebagai langkah darurat, Pertamina mengklaim telah menginstruksikan penambahan volume penyaluran solar dan pertalite sebesar 20 persen di atas rata-rata harian normal. Perusahaan pelat merah tersebut juga mengeklaim tengah memperketat pengawasan di level distribusi untuk mencegah adanya praktik penyelewengan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Pihak otoritas meminta warga untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Pembelian diminta tetap disesuaikan dengan kebutuhan harian agar sebaran BBM di seluruh SPBU di Riau dapat kembali stabil dalam waktu dekat.