Masyarakat Pauh Pangean akhirnya mengambil tindakan nyata dengan memperbaiki saluran irigasi yang jebol pada Selasa kemarin. Perbaikan dilakukan secara swadaya menggunakan papan dan terpal seadanya.

Langkah darurat ini diambil agar air tetap mengalir ke sawah yang sangat dibutuhkan oleh petani. Juru Irigasi, Alazis, membenarkan adanya aksi gotong royong warga tersebut dan menyatakan bahwa perbaikan sementara dilakukan sebelum tindakan dari Balai Wilayah Sungai (BWS).

Saluran irigasi yang vital ini mengaliri sekitar 300 hektar sawah. Jika air terhenti, petani akan mengalami kerugian besar. Meskipun saluran ini belum lama diperbaiki pada proyek rehabilitasi setahun lalu, namun kekuatan struktur tanah di bawahnya bermasalah sehingga tanah mengalami longsor kemarin.

Salah seorang pengelola irigasi, Suhar, mengungkapkan bahwa irigasi tersebut merupakan proyek dari BWS II dan tanggung jawab perbaikan permanen ada di tangan mereka. Warga hanya bisa menunggu tindakan cepat dari BWS II karena perbaikan terpal dan papan tidak akan bertahan lama.

Diharapkan BWS II segera turun ke lokasi untuk melakukan perbaikan permanen. Sementara itu, masyarakat Pauh Pangean terus berharap agar pasokan air irigasi dapat segera pulih untuk mendukung keberlangsungan pertanian di wilayah tersebut.