Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) memperkuat riset berbasis kebutuhan daerah perbatasan dengan membentuk lima pusat studi. Peluncuran dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kampus UMRAH, Pulau Dompak, Senin.
Menurut Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti, lima pusat studi tersebut meliputi Pusat Studi Laut Natuna Utara, Pusat Studi Mitigasi Bencana, Pusat Studi Sustainable Development Goals, Pusat Studi Kepolisian, serta Pusat Kajian Perencanaan, Infrastruktur dan Kewilayahan.
Pembentukan pusat studi ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Polda Kepulauan Riau untuk pengembangan studi kepolisian.
Rektor berharap pusat studi tersebut dapat memberikan solusi atas berbagai persoalan di Kepulauan Riau, khususnya di wilayah perbatasan. Salah satunya melalui Pusat Studi Laut Natuna Utara yang difokuskan pada penguatan kedaulatan dan keamanan maritim, serta pengelolaan sumber daya di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, berharap keberadaan pusat studi tersebut mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor kemaritiman di daerah.
Dia menilai Kepulauan Riau yang sekitar 98 persen wilayahnya berupa laut menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sumber daya kelautan, sehingga diperlukan inovasi berbasis riset dan teknologi.
Wagub juga mendorong pusat studi UMRAH menjadi platform strategis untuk mengintegrasikan peran akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya di bidang kemaritiman. (Ant/red)