PT Pertamina Hulu Rokan terus menjaga momentum transformasi keselamatan kerja di awal tahun 2026. Dalam tiga bulan pasca evaluasi menyeluruh, perusahaan mencatat capaian 11 juta jam kerja selamat. Capaian ini merupakan hasil dari upaya kolektif untuk memastikan setiap langkah operasional berjalan aman dan berkelanjutan.
Dengan melibatkan 43.639 tenaga kerja, capaian ini menjadi refleksi nyata bahwa sistem manajemen Health, Safety, and Environment (HSE), khususnya di Zona Rokan, terus berkembang dan diperkuat. Keselamatan tidak lagi hanya dipandang sebagai kepatuhan terhadap prosedur, melainkan juga sebagai kesadaran dan komitmen untuk melakukan intervensi dengan landasan peduli sesama pekerja, sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional.
Transformasi keselamatan didukung oleh langkah modernisasi, seperti implementasi SHIELD AI. Teknologi ini merupakan proses inspeksi dan observasi yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Selain meningkatkan akurasi dan kecepatan pengawasan, teknologi ini juga memperkuat kemampuan prediktif dalam mengidentifikasi potensi risiko terjadinya insiden.
Budaya pencegahan juga semakin nyata di lapangan, dengan tercatatnya 2.818 laporan Unsafe Act dan Unsafe Condition (UA/UC) dalam periode yang sama. Angka ini mencerminkan keberanian dan kepedulian pekerja untuk saling menjaga satu sama lain, menunjukkan tanggung jawab kolektif dalam menjaga keselamatan.
Senior Manager HSE Operations Zona Rokan, I Nyoman Widaryantha Naya, menyatakan bahwa capaian 11 juta jam kerja selamat adalah hasil dari refleksi mendalam atas kejadian sebelumnya dan komitmen untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut. Setiap laporan UA/UC, langkah inspeksi, dan keputusan lapangan merupakan bentuk nyata dari penguatan budaya keselamatan yang sedang dilakukan bersama.
Transformasi HSE di Zona Rokan juga mencakup aspek keandalan aset dan kepatuhan lingkungan. Perusahaan memastikan bahwa setiap operasi berjalan selaras dengan prinsip asset management yang kuat serta memenuhi seluruh ketentuan lingkungan, termasuk AMDAL dan PERTEK, dalam menjaga keberlanjutan produksi energi nasional dan melindungi lingkungan serta masyarakat sekitar.
Zona Rokan menunjukkan bahwa keselamatan dan produktivitas tidak bertentangan, melainkan saling menguatkan dalam satu sistem yang terintegrasi. Setiap jam kerja selamat merupakan upaya untuk menekan insiden dan memastikan setiap pekerja kembali ke rumah dengan selamat.