Sebanyak 1000 warga desa di Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan berbuka puasa yang disediakan oleh panitia kegiatan buka bersama. Kejadian ini terjadi pada hari Selasa, 25 Mei 2021.
Korban keracunan tersebut berasal dari beberapa dusun di desa tersebut. Mereka mengeluhkan sakit perut, mual, dan muntah setelah makan bersama di lapangan desa pada pukul 18.00 WIB.
Menurut Kepala Puskesmas setempat, dr. Iwan, keracunan ini diduga disebabkan oleh makanan berbuka puasa yang sudah tidak layak konsumsi. “Kami menduga makanan tersebut sudah mengandung bakteri karena tidak disimpan dengan benar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa setempat, Budi, menyatakan bahwa pihak panitia kegiatan buka bersama telah melakukan upaya penanganan terhadap korban. Mereka langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Hingga saat ini, sebanyak 700 korban keracunan sudah dinyatakan sembuh dan pulang ke rumah masing-masing setelah mendapatkan perawatan medis. Namun, masih terdapat 300 korban lainnya yang masih dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Pihak berwenang setempat telah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini. Mereka akan memeriksa makanan yang disajikan pada acara tersebut untuk mengetahui penyebab pasti keracunan yang menimpa warga desa tersebut.
Pemerintah desa juga telah memberikan peringatan kepada seluruh panitia kegiatan buka bersama di wilayah tersebut untuk lebih berhati-hati dalam menyajikan makanan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.