Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau mengalami kenaikan pada periode 15–21 April 2026. Kenaikan ini diputuskan dalam rapat penetapan harga yang digelar pada 14 April 2026.

Pada periode tersebut, harga TBS kelapa sawit naik sebesar Rp 10/kg menjadi Rp 1.200/kg. Kenaikan harga ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan pasar akan produk kelapa sawit.

“Kami menetapkan kenaikan harga TBS kelapa sawit sebesar Rp 10/kg untuk periode 15–21 April 2026. Kenaikan ini merupakan keputusan yang diperlukan untuk mengikuti perubahan pasar yang dinamis,” kata Ketua Rapat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit, Budi Santoso.

Kenaikan harga TBS kelapa sawit ini juga didorong oleh kinerja ekspor yang cukup baik dan stabilnya harga minyak sawit mentah di pasar global. Hal ini membuat produsen kelapa sawit di Provinsi Riau mendapatkan keuntungan yang lebih baik.

“Kami berharap kenaikan harga TBS kelapa sawit ini dapat memberikan dampak positif bagi para petani kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau. Dengan harga yang lebih baik, diharapkan para petani dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” tambah Budi Santoso.

Meskipun terjadi kenaikan harga, para petani kelapa sawit di Provinsi Riau menyambut baik keputusan ini. Mereka berharap kenaikan harga TBS kelapa sawit dapat berdampak positif bagi pendapatan mereka.

“Kami senang dengan kenaikan harga TBS kelapa sawit ini. Semoga dengan harga yang lebih tinggi, kami dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan keluarga kami,” ujar salah seorang petani kelapa sawit, Siti Nurhayati.

Dengan adanya kenaikan harga TBS kelapa sawit ini, diharapkan sektor pertanian di Provinsi Riau dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian daerah.