Pemerintah Kota Surabaya telah menetapkan kebijakan baru terkait penanganan Covid-19 di wilayahnya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengumumkan bahwa mulai besok, Selasa (1/6), akan diberlakukan sistem ganjil-genap untuk kendaraan bermotor. Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk mengurangi mobilitas warga dan memutus rantai penyebaran virus corona.

“Kami melihat bahwa peningkatan kasus Covid-19 di Surabaya terjadi karena mobilitas warga yang tinggi. Dengan menerapkan sistem ganjil-genap, kami berharap dapat mengurangi kerumunan dan interaksi antarwarga sehingga penyebaran virus dapat ditekan,” kata Eri Cahyadi saat konferensi pers di Balai Kota Surabaya, Senin (31/5).

Kebijakan ganjil-genap akan berlaku pada jam sibuk, yaitu pada pukul 06.00-09.00 dan 16.00-19.00 WIB. Kendaraan dengan plat nomor ganjil diperbolehkan melintas pada hari Senin, Rabu, dan Jumat, sedangkan kendaraan dengan plat nomor genap boleh melintas pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Sementara itu, pada hari Minggu, tidak ada pembatasan ganjil-genap.

“Kami harapkan masyarakat dapat mematuhi kebijakan ini demi kebaikan bersama. Jika terbukti melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang berlaku,” tambah Eri Cahyadi.

Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya juga akan menggelar operasi gabungan untuk memantau dan menegakkan kebijakan ganjil-genap ini. Operasi gabungan akan melibatkan aparat kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

“Kami akan melakukan operasi gabungan untuk memastikan kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan ini. Jika ditemukan pelanggaran, akan dilakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Budi Setiawan.

Kebijakan ganjil-genap ini akan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 di Surabaya untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kami akan terus memonitor kondisi di lapangan. Jika kebijakan ini terbukti efektif, kami akan mempertimbangkan untuk memperpanjang masa berlakunya,” tutup Eri Cahyadi.