Pemerintah Provinsi Riau mulai menjaring kandidat sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto dari peternak di 12 kabupaten dan kota. Langkah ini diambil untuk memastikan hewan kurban yang terpilih memiliki kualitas terbaik sekaligus mendorong perputaran ekonomi peternak di daerah. Seluruh wilayah di Riau saat ini sedang melakukan seleksi awal terhadap sapi-sapi unggulan di tingkat lokal. Pelaksana Tugas Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau, Elyan Buzra, menyatakan bahwa proses usulan dari daerah diharapkan rampung pada pekan depan.

Proses seleksi dilakukan oleh 12 kabupaten dan kota di Riau, beberapa di antaranya telah mengajukan kandidatnya. Elyan Buzra optimis bahwa pekan depan seluruh usulan sudah masuk ke tingkat provinsi. Verifikasi tahun ini memperketat kriteria pada aspek bobot dan standar kesehatan yang bebas dari penyakit menular, agar sapi yang terpilih benar-benar merepresentasikan kualitas ternak lokal Riau untuk kebutuhan kurban tingkat provinsi.

Pemerintah Provinsi Riau menerapkan kebijakan khusus bagi daerah yang memiliki sapi dengan bobot di atas satu ton. Daerah tersebut diminta menyiapkan minimal dua ekor sapi sebagai cadangan. Elyan Buzra menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah antisipasi, dengan satu ekor sapi ditetapkan sebagai bantuan presiden di tingkat provinsi dan satu ekor lainnya sebagai cadangan.

Program ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah tahunan, tetapi juga sebagai stimulus bagi peternak lokal untuk meningkatkan skala usahanya. Dengan mewajibkan pengadaan dari peternak daerah, manfaat ekonomi dari bantuan presiden diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di pedesaan. Tim dari Dinas Peternakan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan seluruh sapi yang diusulkan memenuhi kualifikasi sebelum ditetapkan secara resmi menjelang Iduladha 1447 Hijriah.