Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 menemukan sejumlah praktik curang dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) pada hari pertama, Selasa (21/4). Penemuan praktik curang ini menimbulkan kekhawatiran terhadap integritas ujian nasional tersebut.
Pelaksanaan UTBK-SNBT pada hari pertama telah diawasi ketat oleh panitia seleksi. Namun, beberapa peserta diduga melakukan tindakan curang yang melanggar aturan ujian. Hal ini menjadi perhatian serius bagi panitia seleksi dalam menjaga kejujuran dan keadilan ujian.
“Kami menemukan beberapa peserta yang melakukan praktik curang saat pelaksanaan UTBK-SNBT. Hal ini sangat merugikan proses seleksi dan merusak integritas ujian nasional,” ujar juru bicara panitia seleksi.
Tindakan curang yang ditemukan oleh panitia seleksi meliputi penggunaan alat komunikasi selama ujian berlangsung dan saling mencontek jawaban antar peserta. Hal ini merupakan pelanggaran serius yang dapat merugikan peserta lain yang mengikuti ujian dengan jujur.
Panitia seleksi SNPMB 2026 menegaskan bahwa mereka akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait praktik curang yang ditemukan selama pelaksanaan UTBK-SNBT. Langkah tegas akan diambil terhadap peserta yang terbukti melakukan tindakan curang, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, panitia seleksi juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk menjaga integritas dan kejujuran selama pelaksanaan ujian. Kepatuhan terhadap aturan dan etika ujian sangat penting dalam memastikan proses seleksi berjalan dengan baik dan adil bagi semua peserta.
Pihak panitia seleksi berharap agar kasus praktik curang ini tidak terulang di hari-hari berikutnya selama pelaksanaan UTBK-SNBT. Hal ini demi menjaga integritas ujian nasional dan memastikan bahwa seleksi penerimaan mahasiswa baru dilakukan secara transparan dan adil.
Dalam situasi seperti ini, kerjasama dan kesadaran dari semua pihak sangat diperlukan untuk mencegah dan mengatasi praktik curang dalam ujian. Panitia seleksi SNPMB 2026 akan terus melakukan pengawasan ketat dan mengambil langkah-langkah preventif demi menjaga kejujuran ujian nasional.