Pemkot Surabaya menutup akses jalan masuk kawasan Taman Bungkul mulai hari ini, Senin (3/5). Penutupan ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kerumunan massa yang kerap terjadi di area tersebut. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa keputusan penutupan ini diambil setelah melihat tingginya jumlah pengunjung yang datang ke Taman Bungkul tanpa mematuhi protokol kesehatan.
“Kami menutup akses jalan masuk Taman Bungkul karena melihat masih banyak pengunjung yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak. Hal ini sangat berbahaya karena bisa menjadi klaster baru penularan Covid-19,” ujar Eri Cahyadi dalam keterangannya.
Penutupan akses jalan masuk Taman Bungkul ini akan berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pemkot Surabaya akan terus memantau perkembangan situasi dan kondisi di lapangan sebelum memutuskan untuk membuka kembali akses tersebut.
Sementara itu, sejumlah pengunjung yang kecewa dengan keputusan penutupan ini menyampaikan pendapatnya. Salah seorang pengunjung, Andi, mengatakan bahwa penutupan akses jalan masuk Taman Bungkul membuatnya kesulitan untuk menikmati udara segar dan berolahraga di area tersebut.
“Penutupan ini sangat merugikan bagi kami yang biasa menghabiskan waktu di Taman Bungkul. Semoga Pemkot Surabaya segera menemukan solusi yang tepat agar kami bisa kembali menikmati keindahan taman ini,” ujar Andi.
Meski demikian, langkah yang diambil oleh Pemkot Surabaya mendapat dukungan dari sebagian besar masyarakat. Mereka berharap agar penutupan akses jalan masuk Taman Bungkul dapat membantu dalam menekan penyebaran virus Corona di Kota Surabaya.
Selain menutup akses jalan masuk Taman Bungkul, Pemkot Surabaya juga terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Hal ini sebagai upaya bersama untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari ancaman virus Corona yang masih belum berakhir.