Puluhan warga Desa Jatiwangi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menggelar aksi unjuk rasa menolak pembangunan pabrik limbah tekstil di wilayah mereka. Aksi tersebut dilakukan karena warga khawatir limbah dari pabrik tersebut akan merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat.

Para demonstran yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan pemuda Desa Jatiwangi ini menuntut pemerintah untuk membatalkan izin pembangunan pabrik limbah tekstil yang telah dikeluarkan. Mereka juga meminta agar pemerintah lebih memperhatikan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat sebelum memberikan izin kepada investor.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung sejak pagi hingga siang hari, dengan peserta aksi mencapai sekitar 100 orang. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak Pembangunan Pabrik Limbah Tekstil” dan berteriak slogan-slogan menolak pembangunan pabrik tersebut.

Salah seorang warga, Siti Nurjanah, mengatakan bahwa mereka sebagai warga Desa Jatiwangi sangat khawatir dengan dampak pembangunan pabrik limbah tekstil tersebut. Menurutnya, lingkungan dan kesehatan masyarakat akan terancam jika pabrik tersebut beroperasi di wilayah mereka.

Kepala Desa Jatiwangi, Ahmad Subhan, turut menyuarakan penolakan terhadap pembangunan pabrik limbah tekstil di wilayahnya. Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih memperhatikan aspirasi dan kebutuhan masyarakat setempat sebelum mengambil keputusan terkait izin pembangunan pabrik.

Pihak investor yang akan membangun pabrik limbah tekstil tersebut belum memberikan tanggapan terkait tuntutan warga Desa Jatiwangi. Mereka belum memberikan klarifikasi terkait dampak lingkungan dan kesehatan yang ditimbulkan oleh pabrik yang akan dibangun.