Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau tengah menyelidiki penyebab kematian seorang dokter spesialis anestesi yang ditemukan tewas di area semak-semak luar pagar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian, Kabupaten Siak. Pihak kepolisian telah mengamankan dua buah vial berisi obat-obatan kategori keras di sekitar lokasi penemuan jasad.
Dokter berusia 30 tahun tersebut ditemukan meninggal dengan dua jenis obat, yaitu Fentanil Citrate dan Rocuronium Bromide, yang merupakan obat pereda nyeri kuat dan obat pelemas otot rangka. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, membenarkan bahwa zat medis tersebut sedang diperiksa oleh tim laboratorium forensik.
Pemeriksaan awal di lokasi tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, jasad dokter tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani proses autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Peristiwa ini dimulai dari laporan kehilangan yang membuat gempar lingkungan rumah sakit. Istri korban, dokter Yulianti Marbun, kehilangan kontak dengan suaminya dan memicu pencarian mandiri bersama rekan sejawat dan keluarga hingga ke wilayah Bagan Batu.
Pencarian korban membuahkan hasil setelah pihak keamanan rumah sakit melihat rekaman CCTV yang menunjukkan korban berjalan keluar sendirian. Penyisiran area luar rumah sakit dilakukan secara masif dan akhirnya jasad dokter Alex Kristo Lotis ditemukan oleh petugas keamanan dan pengemudi ambulans di area belukar dekat rumah sakit.
Kepolisian Daerah Riau dan Kepolisian Resor Siak terus mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi kejadian sambil menunggu hasil resmi dari laboratorium forensik untuk mengidentifikasi keterkaitan antara temuan obat keras dengan kematian korban.