Pemerintah Pusat Tambah Kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk Provinsi Riau Menjadi 5.000 Unit pada Tahun 2026
Pada tahun 2026, Pemerintah pusat menambah kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah untuk Provinsi Riau menjadi 5.000 unit. Penambahan tersebut bertujuan untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak, aman, dan didukung infrastruktur dasar.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan bahwa kebutuhan akan rumah layak huni di Provinsi Riau masih cukup tinggi. Data menunjukkan bahwa sekitar 21,2 persen rumah tangga di Riau belum memenuhi seluruh indikator kelayakan hunian.
SF Hariyanto mengungkapkan, persoalan perumahan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan rumah, tetapi juga melibatkan kemampuan masyarakat memiliki hunian yang layak, kualitas bangunan, ketersediaan lahan, pembiayaan, hingga dukungan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, air bersih, dan sanitasi.
Peningkatan kuota BSPS menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di Riau. Jumlah kuota BSPS untuk Riau pada tahun 2026 meningkat menjadi 5.000 unit setelah adanya tambahan alokasi dari pemerintah pusat sekitar dua pekan lalu.
SF Hariyanto mengucapkan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Riau melalui penambahan kuota program bedah rumah.
Program BSPS menjadi instrumen pemerintah dalam mendukung target nasional pembangunan tiga juta rumah, sekaligus mendorong terwujudnya kawasan permukiman yang lebih sehat, aman, dan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan adanya peningkatan kuota BSPS, diharapkan dapat mempercepat pengurangan jumlah rumah tidak layak huni di Provinsi Riau. Pemerintah Provinsi Riau pun berkomitmen untuk memastikan program BSPS berjalan tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan oleh warga yang membutuhkan.