Puluhan warga di Desa Mulyosari, Kecamatan Lumajang, Jawa Timur, mengungsi akibat banjir yang melanda wilayah mereka sejak Senin malam (15/11). Banjir tersebut disebabkan oleh hujan deras yang terus mengguyur daerah tersebut selama beberapa hari terakhir.

Kepala Desa Mulyosari, Bambang Santoso, mengatakan bahwa banjir kali ini merupakan yang terburuk yang pernah dialami oleh warga setempat dalam beberapa tahun terakhir. “Banjir kali ini sangat mengkhawatirkan, air sudah masuk ke pemukiman warga dan merendam sejumlah rumah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/11).

Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebanyak 50 rumah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter. Para warga yang terdampak banjir pun terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari bahaya banjir yang semakin meluas.

Salah seorang warga, Siti Nurjanah, mengungkapkan kepanikannya saat banjir datang. “Kami tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang berharga, kami langsung mengungsi begitu air mulai masuk ke rumah kami,” ujarnya dengan nada cemas.

Tim dari BPBD setempat pun langsung melakukan evakuasi dan pendistribusian bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Mereka juga terus memantau perkembangan banjir dan siap memberikan bantuan lebih lanjut kepada warga yang membutuhkan.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir ini. Namun, upaya penanganan dan evakuasi terus dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga yang terdampak.

Pemerintah setempat juga telah membentuk posko pengungsian dan menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga yang mengungsi akibat banjir. Mereka berharap situasi segera pulih dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut.