Petugas Manggala Agni Daops Dumai masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Medan yang diselimuti semak belukar ditambah asap tebal membuat tim di lapangan harus bekerja ekstra untuk mengejar titik kepala api yang terus menyebar. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa tim terus bergerak dinamis di lapangan guna merespons munculnya titik api baru sembari menuntaskan pemadaman di area lama.

Saat itu, muncul ancaman baru berupa satu titik karhutla di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera kini tengah menyiapkan regu tambahan untuk dikirim ke lokasi baru tersebut. Di wilayah Sokoi, Kabupaten Pelalawan, proses pemadaman justru memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Menurut Ferdian Krisnanto, vegetasi yang terbakar di Sokoi sudah mulai terkendali berkat penanganan intensif sejak pagi hingga sore hari.

Tim Manggala Agni Daops Rengat dijadwalkan kembali turun ke lokasi untuk menyisir sisa-sisa asap yang masih mengepul. Otoritas terkait menargetkan kawasan Sokoi bisa bersih total dari sisa kebakaran pada Kamis ini. Situasi kondusif juga dilaporkan terjadi di wilayah Kandis, Kabupaten Siak. Kebakaran di area tersebut sudah berhasil diredam oleh Daops Pekanbaru dan kini telah memasuki fase mopping up atau pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi di dalam tanah.

Meski kondisi di Kandis dan Sokoi berangsur membaik, kewaspadaan personel di seluruh wilayah rawan karhutla di Riau tetap ditingkatkan. Fokus utama saat ini terbagi antara penuntasan bara api yang tersisa, penaklukan medan berat di Rokan Hilir, serta lokalisasi titik api baru di Pulau Rupat agar tidak makin meluas. Ferdian Krisnanto menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi tim dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan guna meminimalkan dampak negatifnya.