Badan Kepegawaian Negara meminta Pemerintah Provinsi Riau segera mengoptimalkan pembaruan data kinerja pegawai dan memperkuat sistem arsip digital atau Document Management System. Evaluasi ini menjadi catatan penting di tengah rencana pemberlakuan sistem karier berbasis Manajemen Talenta di lingkungan pemerintah daerah tersebut. Desakan tersebut mengemuka dalam forum Ekspose Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Riau yang berlangsung di Jakarta, Senin (2/6/2026).

Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara Suharmen menjelaskan, pemutakhiran data secara berkala dan sosialisasi yang masif mutlak dilakukan agar seluruh pegawai melengkapi berkasnya. Meski sistem di Riau dinilai mumpuni, akurasi data harian tetap menjadi penentu utama berjalan atau tidaknya roda birokrasi yang objektif.

Kendati memberikan catatan pada aspek pengarsipan digital, BKN tetap mengapresiasi pemenuhan indikator makro di Riau. Tim evaluator menyatakan kelengkapan instrumen pada tiga pilar utama percepatan pembangunan Manajemen Talenta di daerah itu sudah menembus angka 100 persen.

Dengan modal pemenuhan pilar tersebut, otoritas kepegawaian pusat menilai wilayah beribu kota Pekanbaru ini sebenarnya sudah berada di jalur yang benar untuk memutus rantai mutasi sepihak yang tidak terukur.

Merespons evaluasi pusat, Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan bahwa seluruh instrumen pendukung sebetulnya sudah dicicil sejak lama. Salah satunya lewat pemetaan kompetensi berbasis metode 9-Box Matrix serta operasional Unit Pelaksana Teknis Penilaian Kompetensi ASN yang berjalan sejak 2015.

SF Hariyanto menegaskan, perbaikan atas catatan BKN akan dikebut demi mendapatkan persetujuan penuh dari pusat. Sistem manajemen ini ditargetkan segera mengunci seluruh proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi, promosi, hingga rotasi pegawai agar murni mengacu pada bank bakat (talent pool) yang transparan.