Pemerintah Kota Jakarta Barat telah menetapkan status tanggap darurat banjir akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. “Kami sudah menetapkan status tanggap darurat banjir di Jakarta Barat. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penanganan banjir dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak,” kata Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi, dalam konferensi pers yang digelar di Balai Kota Jakarta Barat, Senin (10/2).
Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta Barat telah menyebabkan puluhan ribu rumah terendam banjir dan ribuan warga mengungsi ke tempat-tempat yang lebih tinggi. “Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir dan memberikan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Rustam.
Dalam upaya penanganan banjir, Pemerintah Kota Jakarta Barat juga telah mendirikan posko-posko pengungsian dan menyalurkan bantuan logistik kepada korban banjir. “Kami akan terus berupaya untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir. Semoga dengan adanya status tanggap darurat ini, penanganan banjir dapat dilakukan lebih efektif,” tambah Rustam.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Barat mencatat bahwa tinggi muka air di sejumlah sungai di Jakarta Barat masih terus naik. “Kami terus memantau perkembangan banjir dan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir yang masih mengancam,” kata Kepala BPBD Jakarta Barat, Deden Ridwansyah.
Pemerintah Kota Jakarta Barat juga telah menyiagakan berbagai alat berat untuk membersihkan saluran air yang tersumbat akibat banjir. “Kami berharap dengan adanya kerja sama semua pihak, banjir di Jakarta Barat dapat segera surut dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tutup Rustam.