BPJN Riau memacu pengerjaan rehabilitasi di sejumlah ruas jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Riau dengan Sumatera Barat. Perbaikan ini bertujuan untuk menjamin kelancaran arus logistik dan menyambut lonjakan mobilitas warga pada penyelenggaraan MTQ Riau ke-44 serta festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Juni mendatang. Fokus pengerjaan saat ini terkonsentrasi pada poros Pekanbaru–Teluk Kuantan hingga batas Provinsi Sumatera Barat. Titik krusial di wilayah Sungai Pagar, Simalinyang, dan Lipat Kain menjadi prioritas utama karena mengalami kerusakan struktur yang signifikan.

Kasubag Umum dan Tata Usaha BPJN Riau, Rudisman, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respon cepat untuk memastikan infrastruktur jalan mampu menampung beban kendaraan saat acara daerah berlangsung. Pihaknya berupaya agar aksesibilitas antar-kabupaten tidak terhambat oleh kondisi aspal yang berlubang. Rudisman menyatakan, “Kami berupaya memenuhi ekspektasi pemerintah daerah dalam percepatan perbaikan ini. Tujuannya agar akses menuju lokasi MTQ dan Pacu Jalur 2026 di Kuansing dalam kondisi mantap.”

Meskipun perbaikan terus dikebut, daya tahan jalan nasional di kawasan tersebut masih dibayangi ancaman kendaraan bermuatan berlebih atau over dimension over load (ODOL). Rudisman menekankan bahwa truk pengangkut batu bara dari arah Jambi dan Sumatera Barat menjadi faktor utama yang memperpendek usia pakai jalan di lintas tengah tersebut. Tanpa pengawasan ketat terhadap kendaraan ODOL, upaya perbaikan infrastruktur sulit mencapai hasil permanen.

Pemerintah berharap dengan rampungnya perbaikan ini, konektivitas di jalur lintas tengah Sumatera semakin stabil. Hal ini diharapkan dapat memacu perputaran ekonomi lokal sekaligus menjamin kenyamanan para peserta dan pengunjung yang akan memadati wilayah Kuantan Singingi dalam beberapa bulan ke depan. Menyikapi hal ini, Rudisman menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektoral dalam pengawasan beban angkutan untuk mencegah kerusakan jalan yang telah diperbaiki.