Inspektorat Kabupaten Bengkalis telah melakukan review terhadap seluruh proyek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Bengkalis tahun anggaran 2025 yang masih tunda bayar. Kepala Inspektorat Kabupaten Bengkalis, Radius Akima, mengatakan review tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa proyek yang digulirkan OPD berjalan sesuai aturan, efisien, akuntabel sebelum dilakukan pembayaran. Review dimulai pada Januari 2026 dan selesai pada Maret 2026. Hasil review sudah diserahkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Radius tidak ingat berapa jumlah proyek yang di-review dan anggarannya.
Kepala BPKAD Kabupaten Bengkalis, Aready, belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Para kontraktor pelaksana proyek di Pemkab Bengkalis masih mengalami tunda bayar meskipun pekerjaan sudah selesai. Mereka masih menunggu pembayaran dalam ketidakpastian. Salah seorang rekanan mengungkapkan bahwa pekerjaan telah selesai pada Desember 2025 namun belum menerima pembayaran.
Beberapa sumber di lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis mengeluhkan kondisi keuangan yang belum membaik. Gaji bulan April dan insentif sudah tiga bulan belum cair. Ada dugaan bahwa kebijakan pusat yang lambat mentransfer dana bagi hasil menjadi salah satu penyebab kondisi keuangan Kabupaten Bengkalis yang tidak stabil.
Seorang ASN menyatakan bahwa kondisi keuangan Pemda Bengkalis sedang tidak baik-baik saja. Tunda bayar proyek, gaji bulan April, dan insentif yang belum cair menjadi beban bagi para kontraktor dan ASN di daerah tersebut. Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai pembayaran proyek dan pemenuhan gaji serta insentif bagi para pekerja dan pegawai di Kabupaten Bengkalis.