Kebakaran hebat terjadi di sebuah pabrik di kawasan industri Jakarta Barat pada Rabu (10/11) malam. “Saya melihat api berkobar tinggi dan merah di pabrik tersebut. Saya sangat kaget dan berharap tidak ada korban jiwa,” ujar seorang saksi mata yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Jakarta Barat, AKP Budi Santoso, mengungkapkan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. “Kami langsung mengerahkan 5 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang membakar pabrik tersebut,” kata Budi.
Pabrik yang terbakar diketahui merupakan pabrik tekstil yang sudah beroperasi selama 10 tahun. “Pabrik tersebut memiliki banyak bahan mudah terbakar sehingga api cepat membesar,” tambah Budi.
Hingga pukul 22.00 WIB, petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan sisa-sisa api yang masih tersisa di pabrik tersebut. “Kami masih berupaya memastikan tidak ada titik api yang tersisa agar kebakaran tidak kembali terjadi,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, I Gede Widiyana.
Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran ini. Namun, Budi menyebut bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. “Kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengungkap penyebab kebakaran ini,” kata Budi.
Pihak manajemen pabrik juga belum memberikan keterangan resmi terkait kebakaran ini. Mereka masih fokus pada evakuasi karyawan yang berada di dalam pabrik saat kejadian. “Kami akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah melakukan investigasi internal terlebih dahulu,” ujar salah satu perwakilan manajemen pabrik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam kebakaran ini. Namun, kerugian materiil akibat kebakaran ini diperkirakan cukup besar. “Kami akan melakukan inventarisasi kerugian yang dialami akibat kebakaran ini,” kata Budi.
Masyarakat sekitar diminta untuk tetap waspada dan menghindari area sekitar pabrik yang terbakar. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area pabrik yang terbakar demi keamanan bersama,” tutur Budi.